JawaPos. com – Pemotongan gaji menjadi alasan utama pemerintah memberikan bunga gaji kepada pekerja. Karena itu, yang disasar adalah mereka dengan tercatat di BPJamsostek sebagai peserta dengan nilai iuran di lembah Rp 150 ribu. Selama tersebut mereka tidak masuk skema sandaran sosial yang dikeluarkan pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin di dalam paparannya di kantor presiden kemarin (7/8).

Dia menjelaskan, pemerintah sudah mengeluarkan bantuan baik untuk berbagai segmen masyarakat. Khususnya untuk 29 juta keluarga menyesatkan miskin atau setara 120 juta penduduk. Lewat program keluarga jalan (PKH), kartu sembako, bansos tunai, bansos desa, dan lainnya.

Bagi mereka yang terkena PHK, disediakan stimulus berupa program kartu prakerja hingga padat susunan tunai. ’’Ada satu segmen dengan masih kita lihat perlu diberi bantuan, ’’ terangnya. Yakni, gaya kerja formal yang masih berfungsi di perusahaan dan membayar iuran BPJamsostek, tetapi kondisi perusahaannya invalid baik. Karena itu, sebagian dipotong gajinya.

Para karyawan tersebut selama ini tidak mampu mendapat bantuan karena tidak merembes kriteria. Mereka bukan kelompok keluarga miskin, juga bukan kelompok praktisi yang di-PHK. Padahal, mereka juga membutuhkan bantuan karena gajinya dipotong. ’’Dan orang-orang di segmen ini cukup banyak, ’’ lanjut pemangku menteri BUMN ke-2 itu.

Pihaknya kemudian bekerja setara dengan BPJamsostek untuk menyisir bahan para karyawan tersebut. Hasilnya, didapati 13, 8 juta karyawan dengan nilai iuran di bawah Rp 150 ribu. Artinya, pendapatan mereka di bawah Rp 5 juta per bulan. ’’Sebagian besar di antara mereka berpendapatan Rp 2 juta sampai Rp 3 juta bohlam bulan, ’’ tuturnya.

Dia memastikan, tidak ada diantara 13, 8 juta karyawan tersebut yang berstatus PNS ataupun karyawan BUMN. Sebab, tidak ada instansi pemerintah maupun BUMN yang datang memotong gaji para karyawannya.

Bantuan sebesar Rp 600 ribu per bulan itu hendak diberikan secara tunai dalam perut tahap. Tahap pertama diberikan dalam kuartal III atau September mendatang. Kemudian, tahap kedua di kuartal IV. Bisa November atau Desember. Semuanya langsung masuk ke rekening tenaga kerja masing-masing.

Satgas bersama BPJamsostek dalam dua pekan ke depan mengumpulkan serta memverifikasi nomor rekening setiap pelaku. Itu dilakukan untuk kepentingan pencairan dana karena akan langsung ditransfer via rekening. Tidak melalui perusahaan masing-masing.

Budi menetapkan, data 13, 8 juta gaya kerja itu lengkap dan sah. Sebab, besaran iuran bulanan mereka tercatat dengan baik di BPJamsostek. Dengan demikian, nama pekerja, perusahaan tempat bekerja, dan masa kerjanya terdata dengan baik. Selama karyawan itu membayar iuran BPJamsostek pada bawah Rp 150 ribu bohlam bulan, dipastikan pekerja tersebut hendak mendapat bantuan.

Sandaran itu akan memperkecil gap secara mereka yang tidak menerima sandaran subsidi gaji. Sebab, mereka dengan bukan kelompok penerima bantuan tersebut hampir pasti sudah masuk di kelompok penerima bantuan lainnya. ’’Hampir semua segmen sudah diberikan, telah tersentuh oleh program bantuan negeri yang lain, ’’ imbuhnya.

Di tempat terpisah, Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat & Antar-Lembaga BPJamsostek Irvansyah Utoh Banja mengungkapkan, pihaknya kini sedang menggalang data nomor rekening peserta yang memenuhi kriteria program subsidi gaji itu. Pengumpulan dilakukan melalui dewan cabang di seluruh Indonesia.

Dia berharap para sponsor kerja (perusahaan) dan tenaga kerja bisa proaktif menyampaikan data bagian rekening yang dimaksud. ”Tentunya untuk yang sesuai skema dan etika pemerintah, ” ujarnya.

Menurut dia, pemerintah tengah memfinalkan skema dan kriteria bantuan sumbangan gaji itu berdasar data kepesertaan BPJamsostek dan lembaga lain. Sebab BPJamsostek sendiri, data yang disampaikan kepada pemerintah ialah data pengikut aktif dengan upah di bawah Rp 5 juta berdasar risiko pekerja yang dilaporkan.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengaku siap menyelenggarakan program subsidi gaji bagi pelaku. Subsidi tersebut diharapkan dapat membantu pekerja yang terdampak pandemi Covid-19. Yang kemudian mampu mempercepat cara pemulihan ekonomi dan menjaga supaya terhindar dari resesi. ”Bantuan itu merupakan program stimulus yang digodok bersama Tim Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kemenaker, Kemenkeu, & BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek, Red), ” katanya.

Saksikan video menarik dibawah ini: