Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

JawaPos. com – Selama vaksinasi belum berlangsung, upaya pemerintah dan masyarakat mencegah penularan virus korona dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Yakni, membiasakan 3M (memakai makser, mencuci tangan, dan menjaga jarak).

Dalam perkembangannya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian malah mendorong imbauan 3M ditingkatkan menjadi 4M. Tambahannya, menghindari kerumunan.

“Saya sering komplain, mohon maaf, dengan bahasa 3M. Saya enggak ‘sreg’ betul. Maunya 4M, memang harusnya 4M, ” ujar Tito di dalam keterangan persnya. Pendapat serupa selalu dilontarkannya, saat didaulat menjadi pensyarah dalam ajang penghargaan Innovative Government Awards (IGA) 2020 di Jakarta, Jumat (18/12).

Taat mantan Kapolri itu, imbauan menghindari kerumunan itu sering terlupakan oleh banyak pihak. Padahal kerumunan termasuk yang paling berbahaya dalam masa Pandemi Covid-19. “Yang paling memusnahkan kerumunan ini. Jadi, harus dihindari, ” kata Tito.

Ajakan 4M itu sudah diawali Tito di lingkungan Kementerian Di Negeri (Kemendagri). Para pegawai Kemendagri ditekankan untuk menghindari kerumunan pada setiap aktivitas di luar panti.

Menurut mantan Kapolda Papua itu, sejak beberapa keadaan terakhir kerumunan massa kerap terjadi, seperti aksi unjuk rasa. Makin pada Pilkada 2020 lalu aksi 4M pun sudah mulai dipraktikkan dengan mengganti aturan kampanye yang dihadiri banyak massa diganti secara rapat terbatas dengan peserta maksimal 50 orang.

Sebelumnya pemerintah bersama Satgas Penanganan Covid-19 selalu mengimbau masyarakat agar lestari patuh menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya menerapkan 3M. Memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan tirta mengalir, dan menjaga jarak.

Ketentuan itu diterapkan buat sejumlah sektor. Di sektor bisnis pun, di setiap restoran saat ini jumlah pengunjung dibatasi. Setiap meja semula diisi empat orang, kini hanya berdua. Setiap kursi yang tidak boleh diduduki dikasih isyarat silang atau dikurangi.

Baca juga: Tito Klaim Proses Pemungutan Pandangan Lancar dan Patuh Protokol Kesehatan

Di supermarket pada saat di kasir terdapat garis jangka konsumen yang mau membayar. Pada setiap gedung terdapat pula tempat cuci tangan. Dalam jarak tertentu terdapat hand sanitizer sebagai pembasuh tangan instans. Setiap orang dengan masuk gedung diwajibkan menggunakan masker. Bila tidak mengenakan masker tidak diperkenankan masuk.

Alat Satpol PP bersama jajaran yang lain tidak jarang merazia warga dengan tidak menggunakan masker. Bagi yang kedapatan tidak bermasker didenda ataupun disanksi sosial.

Saksikan video menarik berikut ini:

[embedded content]