JawaPos. com- Manchester United mengalami pembantaian mengerikan pada pertandingan ketiganya di Premier League. Bermain dalam kandang sendiri, Old Trafford, United dihabisi 1-6 oleh Tottenham Hotspur.

Berdasarkan data daripada Opta Joe, sepanjang sejarah Premier League, United hanya pernah tiga kali kebobolan enam gol pada satu pertandingan. Sebelum dini keadaan ini (5/10), kejadian yang persis terjadi pada 1996 saat United melawan Southampton dan pada 2011 ketika melawan Manchester City.

United sejatinya unggul lebih dulu pada menit ke-2 lewat eksekusi penalti Bruno Fernandes. Hukuman diberikan karena Anthony Martial dijatuhkan bek tengah Spurs Davinson Sanchez.

Namun Spurs telah menyamakan kedudukan 1-1 pada menit ke-4 lewat tendangan keras Tanguy Ndombele. Ndombele memanfaatkan buruknya pertahanan United yang digalang Harry Maguire.

Bek termahal negeri itu gagal menghalau bola. Dia malah mengarahkan bola lewat tandukannya ke belakang, membuat pertahanan sendiri kacau-balau, dan menjatuhkan rekan setim Luke Shaw. Semua itu bermuara pada ruang bagi Ndombele yang akhirnya leluasa mencetak gol.

Spurs unggul 2-1 melalui pemain Korea Selatan Sing Heung-min pada menit ke-7. Situasi United memburuk setelah Anthony Martial memperoleh kartu merah langsung. Dia dikeluarkan karena menarik dagu penyerang Spurs Erik Lamela.

Bermain dengan 10 orang, United semakin remuk. Sebab, Spurs mampu mencetak empat gol tambahan lewat Son (37′), Harry Kane (30′ serta 79′ (pen)), dan Serge Aurier di menit ke-51.

Legenda United Partice Evra sejenis marah dengan fakta pembantaian mantan timnya. Dia mengatakan bahwa organisator United Ole Gunnar Solskjaer harusnya tidak usah memainkan Maguire lagi.

“Ini sebuah tipuan yang berantakan, ” kata Evra saat menjadi komentator di Sky Sports. “Saya tidak pernah mengkritisi pemain karena saya pernah berada dalam posisi itu. Tetapi hari itu tidak ada alasan lagi. Tempat (Harry Maguire) sudah mengecewakan fans, ” tambahnya.

“Ini bukan cuma kekalahan 1-6, tetapi setiap musim cerita akhirnya selalu sama. Saya tidak berharap apapun dari United musim ini. Hamba ini tidak suka kekerasan. Namun, saat ini, banyak orang menetapkan ditampar, ” katanya dengan intonasi geram yang tertahan.