Jackpot hari ini Result HK 2020 – 2021.

JawaPos. com – Daihatsu bergabung GT Radial kembali menyelenggarakan kesibukan bertajuk Ngobrol Asik dengan rancangan talkshow yang edukatif dan bisa dinikmati oleh Sahabat Daihatsu di seluruh Indonesia. Kali ini, Daihatsu membahas seputar tips teknik berkendara dalam mengantisipasi berbagai kondisi, khususnya saat musim penghujan dan menghadapi kondisi Aquaplaning.

Superior Instructor dari SDCI (Safety Defensive Consultant Indonesia) Sony Susmana mengucapkan, satu diantara tips berkendara secara tenteram saat memasuki musim penghujan, lengah satunya adalah dalam menghadapi suasana aquaplaning. Aquaplaning adalah kondisi yang mana ban kehilangan traksi saat melewati genangan air dalam kecepatan agung dan memberikan efek mobil serasa melayang di atas air untuk pengendaranya.

Kondisi tersebut menyebabkan banyak kecelakaan saat hujan, karena pengemudi salah mengatisipasinya. “Ketika berkendara saat turun hujan, yang harus dilakukan adalah mengurangi kecepatan, pindah ke lajur lambat, dan amati kondisi sekitar, ” sahih Sony.

Dia melanjutkan, masih dalam kondisi hujan, jika pandangannya kurang, bantu dengan menyalakan lampu utama. Jangan menyalakan lampu Hazard saat hujan, karena bakal membuat pengemudi belakang menjadi gelagapan.

“Saat melewati genangan air, antisipasinya adalah mengangkat bermalas-malasan dari pedal gas, tahan pemimpin ke arah depan dan jangan melakukan pengereman agar laju mobil tetap lurus dan tidak merasai selip, ” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, apabila berlaku kondisi selip, pengendara dapat mencoba merasakan kondisi selip terjadi di roda bagian depan atau roda belakang. Apabila selipnya berasal sebab roda depan (understeer) dan mobil mengarah kekiri atau kanan, Cepat lawan steer secara halus ke arah tujuan, untuk meminimalisir fakta understeer.

Namun, masa selip terjadi pada roda dapur alias oversteer, segera putar steer sesuai dengan arah mobil tersebut dan jangan melakukan banting steer agar mobil berputar pada porosnya. Namun yang perlu tetap diingat, tingkat keberhasilannya sangat ditentukan bergantung pada kondisi.

Selaras dengan Sony, Zulpata dari GT Radial menjelaskan, ban merupakan ciri terpenting dalam menghadapi kondisi aquaplaning. Walaupun ban sudah melewati bervariasi uji pengetesan, termasuk diperuntukkan untuk kondisi jalan yang basah, namun pengemudi tetap harus mengecek perihal ban saat menghadapi musim abu.

“Ulir atau arketipe kembangan pada ban adalah wadah mengalirnya air saat melewati paluh air. Jika ban tidak tersedia kembangannya atau sudah botak, maka resiko selip menjadi lebih mulia. Walaupun ban tidak ada periode kadaluarsa, ban harus tetap dirawat agar tetap awet dan tak cepat botak dengan memperhatikan tetap tekanan anginnya, ” ungkap Zulpata.

Dalam kesempatan tersebut, Elvina Afny, CSVC (Customer Satisfaction & Value Chain) Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) berharap, melalui sharing tips ini, pengguna mobil khususnya dapat pasti beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman ketika dalam kondisi hujan. “Pastikan juga kendaraannya agar tetap dalam kondisi prima dengan melangsungkan service rutin di bengkel sah terdekat, ” tandas Elvina.

Saksikan video menjadikan berikut ini:

[embedded content]