JawaPos. com – Harga emas dunia menguat tipis didorong oleh kecemasan investor menunggu warta dari pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve (the Fed) yang bakal dirilis pekan ini dan dolar yang melemah.

Mengambil laman Reuters, Rabu (19/8), nilai emas di pasar spot terangkat 0, 1 persen menjadi USD 2. 002, 12 per ounce pada pukul 07. 29 WIB. Sedangkan harga emas berjangka Amerika Serikat turun 0, 1 obat jerih menjadi USD 2. 011, 60 per ounce.

Seperti diketahui, Indeks Dolar (Indeks DXY) turun 0, 1 persen bertahan di dekat golongan terendah lebih dari dua tahun lalu yang membuat emas bertambah murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Selanjutnya, pasar menunggu rilis risalah rapat terbaru the Fed yang akan dirilis pukul 18. 00 GMT, atau 01. 00 WIB, Kamis, yang mungkin memberikan lebih banyak petunjuk tentang prospek suku bunga.

Imbal hasil US Treasury pun turun tipis karena pasar sebagian besar mengabaikan data perumahan yang kuat dan mencari tanda-tanda bahwa kebuntuan politik atas fragmen terbaru bantuan untuk mendukung ekonomi yang terpukul virus korona berangkat mereda.

Terlebih sudah lebih dari 22, 03 juta orang dilaporkan terinfeksi virus korona secara global dan 774. 989 meninggal. Di sisi lain, ekspor Jepang merosot 19, 2 persen pada Juli sebab tahun sebelumnya, di mana itu membukukan penurunan dua digit selama lima bulan berturut-turut.

Adapun harga logam mulia yang lain, seperti harga perak menguat 0, 6 persen menjadi USD 27, 82 per ounce, platinum terangkat 0, 2 persen menjadi USD 958, 33, dan palladium beranjak 0, 1 persen menjadi USD 2. 190, 98 per ounce.

Mengutip logammulia. com, harga emas batangan PT Aneka Tambang naik Rp 8. 000 ke harga Rp 1. 058. 000, 00 per gram. Sementara itu, buyback atau transaksi jual balik emas batangan juga mengalami kenaikan harga Rp 10. 000, had mencapai Rp 956. 000, 00 per gram.