JawaPos. com – Kebijakan ganjil genap (gage) telah berlaku 2 hari di masa Pembatasan Sosial Berskala Gede (PSBB) masa transisi di DKI Jakarta. Polda Metro Jaya meminta kebijakan tersebut efektif mengurai kemacetan.

“Pemberlakuan gage benar efektif dari sisi mengurai kemacetan, ” kata Direktur Lalu Lin Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo saat dihubungi, Rabu (5/8).

Sambodo menuturkan, presentase kemacetan yang lulus diurai dengan kebijakan gage terbilang besar. Terutama di ruas hidup dengan tingkat kepadatan lalu lin tinggi seperti Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin.

“Ini benar efektif terutama sangat terasa pada ruas jalan Sudirman-Thamrin, bisa berkurang sampai 30-40 persen, ” imbuhnya.

Sementara itu, bagi pelanggar lalu lintas akan dikenakan sanksi tilang. Seperti membayar denda hingga Rp 500 ribu.

“Pasal untuk pelanggar gage yaitu Pasal 287 ayat satu pelanggaran tentang rambu, UU awut-awutan lintas nomor 22 tahun 2009. Dendanya maksimal Rp 500 ribu subsider dua bulan kurungan, ” kata Sambodo.