JawaPos. com –Dinas Pendidikan Kota Madiun, Jawa Timur, menggelar rapid test atau tes cepat deteksi dini Covid-19 untuk para guru, karyawan sekolah, serta siswa. Tes cepat dilakukan jadi syarat dilaksanakannya uji coba pelajaran tatap muka (PTM) yang bakal diselenggarakan Pemkot Madiun mulai 9 November.

”Kami laksanakan  rapid test   untuk guru dan siswa. Tersebut sebagai langkah antisipasi persebaran Covid saat PTM. Sebab, penularan mampu terjadi dari mana saja, ” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Heri Wasana seperti dilansir dari Antara di Madiun.

Menurut dia, dalam pelaksanaan tes cepat tersebut, pemkot berupaya mengambil seluruh tenaga pendidikan dan siswa terbebas dari penularan Covid-19. Jadi, kegiatan PTM dapat dilaksanakan secara aman dan orang tua ngerasa lebih tenang.

Pantas rencana, uji coba PTM bakal dilakukan untuk sekolah jenjang SD dan SMP mulai 9 November hingga dua pekan ke pendahuluan. Karena itu, guna persiapan dilakukan tes cepat. Adapun, tes cepat dilakukan oleh petugas puskesmas dalam masing-masing sekolah. Hasil tes segera juga dapat diketahui pada keadaan yang sama.

”Untuk tingkat SD,   rapid test   diikuti anak kelas 1 dan 6. Namun, tingkat SMP hanya siswa posisi 9, ” ujar Heri.

Sebelum melaksanakan tes cepat, dinas pendidikan telah lebih zaman menyebarkan angket kepada orang usang siswa. Hasilnya, 80 persen karakter tua menghendaki PTM. Sedangkan 20 persen orang tua tetap menginginkan pembelajaran daring. Dinas pendidikan mau tetap memfasilitasi semuanya.

”Untuk yang memilih daring, tak dilakukan  rapid test   dan pembelajaran tetap sebab rumah. Guru tetap menyiapkan bahan seperti biasanya, ” terang Heri.

Sesuai rencana, pengoperasian uji coba PTM berlangsung selama dua pekan dengan mekanisme ganjil-genap dan jam pelajaran dibatasi hanya tiga jam saja.

Saksikan video menarik beserta ini: