JawaPos. com – Singapura berhasil mengendalikan urusan Covid-19. Penularan terus rendah bagus impor hingga penularan lokal. Setelah sempat melakukan masa pemutus sirkuit (circuit breaker) atau mini lockdown pada April lalu, kini Singapura mulai melonggarkan batasan. Salah satunya di pasar tradisional.

“Langkah-langkah jarak aman dikurangi dalam 10 pasar bulan ini, ” kata Badan Lingkungan Nasional (NEA) pada Senin (9/11).

Setelah itu, akses bagi konsumen tidak lagi dikontrol dan batas sementara telah dibongkar. Sebelumnya langkah-langkah untuk mengekang penyebaran Covid-19 diperkenalkan di 39 pasar di Singapura selama periode pemutus sirkuit di April. Saat itu Singapura menetapkan jumlah pelanggan di setiap rekan.

Dilansir dari Straits Times, Selasa (10/11), pembatasan dicabut bulan ini di pasar yang terletak di Blok 115 Tanah Merah View dan Blok 137 Tampines Street 11, serta Rekan Tiong Bahru. NEA menambahkan bahwa kontrol akses dan pagar tengah juga telah dihapus di 10 pasar lain pada awal Juni, termasuk Pasar Beo Crescent, Rekan Bukit Timah, dan Pasar Halt Tanglin.

Keputusan itu menyusul pelonggaran pembatasan akses ke 4 pasar populer pada September. Saat berkunjung pada akhir pasar, pelanggan tidak lagi dikenakan persyaratan masuk hari genap atau ganjil tergantung pada digit terakhir nomor kartu identitas mereka.

Keempat pasar tersebut adalah Pasar Geylang Serai, Pasar Chong Pang di Blok 104/105 Yishun Road, pasar di Blok 20/21 Marsiling Lane, dan di Blok 505 Jurong West Street 52. Namun, pagar sementara dan kontrol akses akan tetap berlaku di 20 pasar lainnya, termasuk empat pasar yang paling populer. Pasar asing di mana batasan ini tentu ada termasuk pasar di Blok 4A Eunos Crescent dan Arah 341 Ang Mo Kio Avenue 1.

“Kami masih mengamati antrean yang relatif lama ketika 4 pasar ini menyentuh kapasitas yang diizinkan, dan mau terus memantau situasi di lapangan, ” jelas badan tersebut.