Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

JawaPos. com –Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut, transfer perkiraan instrumen fiskal dari tengah ke daerah tidak efektif menggenjot perekonomian. Sebab, pendayagunaan penyaluran dana transfer ke daerah dan dana dukuh atau TKDD masih betul kecil.

Gajah Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, tersendatnya dana lantaran pusat ke pemerintah daerah membuat kekuatan mendorong geliat perekonomian di daerah serupa ikut mandek pada besar kuartal akhir 2020.

”Mampet atau tak berjalan waktu ditransfer ke APBD, karena berhenti & terjadi jeda. Jadi gaya untuk mendorong ekonomi pertama di kuartal III-IV tahun lalu sangat menurun, ” ujar Sri Mulayni dengan virtual, Selasa (4/5).

Menurut dia, pemerintah daerah tidak mengeksekusi sokongan transfer daerah secara efektif. Berdasar evaluasi yang dikerjakan, hingga Oktober 2020, simpanan TKDD oleh pemerintah induk sudah disalurkan mencapai 91, 4 persen. Namun sayangnya, yang dibelanjakan hanya menyentuh 53 persen. Adapun sedekah yang ditransfer hingga Oktober 2020 sudah mencapai Rp 697, 9 triliun.

Menkeu mencatat abu lebih pembiayaan anggaran (silpa) 2020 pemerintah daerah cukup tinggi. Rata-rata silpa di anggaran 2020 mencapai tujuh, 83 persen. ”Silpa masih relatif masih tinggi 7, 83 persen, bahkan di Palu mencapai 77 obat jerih, ” ungkap Sri Mulyani.

Sebelumnya, Pemimpin Joko Widodo (Jokowi) juga mengatakan hal yang pas. Hingga Maret 2021 terdapat sekitar Rp 182 triliun dana dari APBD daerah, kabupaten, dan kota yang diendapkan di perbankan. Real, dana sebesar itu bisa dimanfaatkan untuk pemulihan ekonomi untuk memperbesar sisi seruan dan sisi konsumsi.

Saksikan video menarik berikut ini:

[embedded content]