Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

JawaPos. com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Menteri Bahari dan Perikanan Edhy Prabowo jadi tersangka kasus dugaan suap terpaut perizinan tambak, usaha atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020. Selain Edhy, KPK juga menetapkan enam orang lainnya sebagai tersangka.

Mereka yang ditetapkan tersangka penyambut suap yakni Safri (SAF) selaku Stafsus Menteri KKP; Andreau Karakter Misanta (APM) selaku Stafsus Gajah KKP; Siswadi (SWD) selaku Pemimpin PT Aero Citra Kargo (ACK); Ainul Faqih (AF) selaku Staf istri Menteri KKP; dan Amiril Mukminin (AM) selaku swasta. Tatkala diduga sebagai pihak pemberi, KPK menetapkan Suharjito (SJT) selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP).

Kendati begitu, dari tujuh orang yang ditetapkan sebagai tersangka, dua lainnya sedang buron atau lolos dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Kedua tersangka tersebut yakni, Amiril Mukminin (AM) dan Andreau Pribadi Misata (APM).

“Dua karakter tersangka saat ini belum dilakukan penahanan dan KPK mengimbau pada dua tersangka yaitu APM serta AM untuk dapat segera menganjurkan diri ke KPK, ” prawacana Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Daksina, Rabu (25/11) malam.

Nawawi menjelaskan, penetapan tersangka terhadap tujuh orang tersebut bermula sejak adanya informasi mengenai penerimaan kekayaan oleh penyelenggara negara pada 21-23 November 2020. Menurutnya, lembaga antirasuah mendapat informasi perihal adanya transaksi pada rekening bank yang diduga sebagai penampung dana dari kurang pihak yang sedang dipergunakan bagi kepentingan penyelenggara negara untuk pembelian sejumlah barang mewah di asing wilayah Indonesia.

Membaca juga: Terima Suap Rp 9, 8 Miliar, Menteri Edhy Prabowo Ditetapkan Tersangka

Di dalam 24 November 2020, tim satgas KPK bergerak dan membagi menjelma beberapa tim di area Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Tangerang Selatan, Depok dan Bekasi untuk menindaklanjuti adanya informasi tersebut. Sekitar jam 00. 30 WIB, tim satgas KPK mengamankan 17 orang.

Menteri Edhy Prabowo berhubungan sejumlah pihak kemudian dibawa ke Gedung KPK. Hasil pemeriksaan, Edhy bersama Safri, Andreau Pribadi Misanta, Siswadi, Ainul Faqih dan Amril Mukminin diduga menerima suap secara total Rp 10, 2 miliar dan USD 100. 000 dari Suharjito.

Suap itu diberikan agar Edhy selaku Menteri Kalautan dan Perikanan memberikan kerelaan kepada PT Dua Putra Perkasa Pratama untuk menerima izin sebagai eksportir benih lobster atau benur.

Keenam tersangka penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a ataupun b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Cetakan 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Bab 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sedangkan simpulan pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a ataupun b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sama dengan telah diubah dengan Undang-Undang Bagian 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Saksikan video menarik berikut tersebut:

[embedded content]