Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

JawaPos. com – Harga saham perusahaan rokok longsor, kemarin, merespons kebijakan kemajuan harga cukai tembakau sebesar 12, 5 persen pada tahun ajaran. Pagi ini, Jumat (11/12), harga saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) masih rontok 70 poin atau 4, 19 persen ke level Rp 1. 600 bohlam lembar saham. Sementara PT Gudang Garam Tbk (GGRM) makin anjlok 2. 200 poin atau 4, 97 persen ke level Rp 42. 075 per lembar saham.

Pada saat kecendekiaan ditetapkan kemarin, harga saham HMSP langsung anjlok 6, 96 tip, menyentuh level terendahnya ke kelas Rp 1. 670 per saham. Begitu juga dengan harga bagian GGRM anjlok menyentuh level ARB (auto reject bawah) dengan kemerosotan sebesar 6, 99 persen ke level Rp 44. 275 per saham.

Kenaikan cukai rokok langsung direspons negatif oleh para investornya yang membuat saham-saham rokok yang tadinya menghijau tepat ambruk ke zona merah bahkan menyentuh level ARB, atau batas maksimal penurunan harian sebesar 7 persen dalam sehari.

Seperti diketahui, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memutuskan buat menaikkan tarif cukai rokok pada 2021. Kenaikan cukai rokok dalam 2021 rata-rata 12, 5 obat jerih. Artinya, harga rokok bisa bertambah mahal hingga 14 persen, di dalam tahun depan.

Kemajuan cukai rokok, kata Sri Mulyani, menyebabkan harga rokok menjadi garib. Namun, kebijakan ini diharapkan akan mengurangi kebiasaan merokok pada anak-anak di bawah usia 18 tarikh. Sebab, jika harga rokok langka, maka anak-anak tidak dapat membelinya.

“Kenaikan cukai buatan tembakau ini akan menyebabkan cerutu jadi lebih mahal. Atau affordability indeksnya naik jadi 12, dua persen jadi 13, 7 persen-14 persen sehingga makin tidak mampu terbeli, ” imbuhnya.

Kebijakan cukai yang mulai diterapkan pada tahun depan diharapkan bisa mengendalikan konsumsi rokok masyarakat Nusantara, terutama pada anak-anak dan perempuan. Prevalensi merokok secara umum daripada 33, 8 persen diharapkan mampu turun menjadi 33, 2 persen pada 2021 mendatang.

[embedded content]