JawaPos. com –Berdasar data per 25 September, jumlah pasien sembuh daripada Covid-19 yang dirawat di Sendi Sakit Lapangan di Jalan Indrapura Surabaya mencapai 2. 070 karakter. Di RS Lapangan, sejak perdana dibuka sampai sekarang dihuni sebanyak 2. 241 pasien. Sebanyak dua. 070 orang di antaranya telah terkonversi negatif dan sisanya sedang mendapat perawatan.

”Tingkat kesembuhannya 2. 070 orang serta syukurlah nol kematian, ” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa seperti dilansir dari Antara dalam Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Jumat (25/9).

Taat dia, kiat utama dari kejayaan adalah karantina terpusat yang dilakukan RS Lapangan Indrapura sehingga menjadi cara paling efektif memutus mata rantai persebaran Covid-19 di Jatim.

Gubernur Khofifah selalu berterima kasih kepada para gaya kesehatan, baik dokter dan perawat, para relawan, serta semua bagian yang telah bekerja secara cakap tidak kenal lelah. Khususnya Pangkogabwilhan II selaku komandan di RS Lapangan.

Selain metode isolasi atau karantina terpusat, metode perawatan yang tepat disebut Khofifah menjadi aspek pendukung akan tingginya angka kesembuhan. Setiap pasien, didukung penuh dengan makanan bergizi tinggi, rutin berjemur, senam, dan beraktivitas, bahkan hingga bisa minum model bersama.

”Ini sebagai upaya meningkatkan rasa nyaman dan bahagia ini guna meningkatkan imunitas dan mempercepat kesembuhan pasien, ” ucap Khofifah.

Selain itu, untuk mencegah  happy hypoxia , monitoring oksigen juga dilakukan secara ketat 3–4 kali sehari dan diharapkan bisa menghalangi terjadinya kondisi memburuk  akibat Covid-19.

Sementara itu, status Covid-19 di Jatim berdasar masukan gugus tugas provinsi, angka tertimbun pasien terkonfimasi positif sebanyak 42. 391 atau 293 kasus hangat tercatat pada Jumat (25/9). Penderita yang dirawat sebanyak 4. 102 orang (9, 67 persen), lalu angka kesembuhan hari ini (25/9) adalah 343 orang atau mutlak mencapai 35. 205 orang (83, 05 persen). Jumlah pasien meninggal dunia di Jatim sebanyak 3. 084 orang (7, 28 persen).

Terkait sebaran zonasi, di Jatim sekarang masih tersedia enam daerah zona merah atau berisiko tinggi, yaitu Kota Udi, Kota Batu, Kota Probolinggo, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Probolinggo. Lalu zona oranye ataupun jingga (berisiko sedang) sebanyak 25 kabupaten/kota, serta tujuh daerah beruang di zona kuning atau berisiko rendah.

”Zona kuningnya di Kabupaten Madiun, Pamekasan, Trenggalek, Pacitan, Kediri, Sampang, dan Tulungagung, ” ujar Khofifah.

Saksikan video menarik berikut ini: