TENTUNYA kita seluruh sudah tidak asing lagi dengan gangguan kesehatan yang dinamakan secara varises, yang ada dibenak kita begitu mendengar kata varises positif adalah timbulnya pembuluh darah yang berkelok-kelok di permukaan kulit dengan berwarna hijau hingga keunguan.

Benar sekali, varises merupakan pemanjangan, pelebaran serta berkelok – keloknya sistem pembuluh darah vena yang terdapat gangguan sirkulasi didalamnya. Pasien yang mengidap penyakit itu, pembuluh vena mereka terlihat muncul keluar berwarna hijau hingga keunguan.

Kadang bentuknya menyerupai simpul atau tali berpilin. Varises dapat terjadi di semua bumbung vena pada tubuh, namun memutar sering terjadi di kaki sebab tekanan yang besar saat kita berdiri atau berjalan.

Yang perlu kita ketahui pembuluh darah vena berbeda dengan jalan, secara anatomi pembuluh darah vena mempunyai katup yang berfungsi mengarahkan darah dari perifer kembali ke jantung dan mencegah aliran balik ke perifer. Pada varises klep tersebut mengalami kerusakan sehingga deraian balik darah dari perifer ke jantung mengalami gangguan, hal itu menyebabkan terjadinya penumpukan darah di dalam vena bagian bawah sehingga merasai pelebaran.

Bila berlangsung terus-menerus akan mengakibatkan vena tampak menonjol dan berkelok-kelok serta mampu menimbulkan gejala yang bertambah berat seperti perlukaan pada daerah yang mengalami varises tersebut.

Jika kondisi sudah terjadi selama bertahun-tahun, terganggunya aliran darah dalam pembuluh vena berpotensi menimbulkan kepelikan, seperti:
• Tromboflebitis, yakni kondisi saat terjadi penggumpalan darah dan peradangan pada pembuluh vena kecil yang letaknya berdekatan secara permukaan kulit. Gejalanya bisa ditandai dengan rasa sakit dalam arah yang terkena varises dan indra peraba yang tampak memerah.
• Trombosis vena dalam. Penyebabnya dekat sama dengan tromboflebitis, yakni penggumpalan darah di dalam pembuluh. Fakta trombosis vena dalam berupa barah dan nyeri pada kaki.
• Tukak atau luka terkuak. Disebabkan oleh penumpukan cairan pada dalam jaringan yang mengarah pada meningkatnya tekanan darah di di pembuluh vena. Lama kelamaan, luka akan terbentuk pada kulit kira-kira area varises dan akan terasa sangat sakit. Bagian yang biasanya rentan mengalami komplikasi ini merupakan pergelangan kaki.

Di dalam mendiagnosa varises biasanya dokter melayani pemeriksaan fisik dan menggali sejarah medis. Pemeriksaan fisik akan dikerjakan pada area tubuh yang rendah, bengkak, atau luka. Dokter selalu mungkin akan meminta pasien membakar kaki ke dalam beberapa status berbeda untuk mengamati aliran darah.

Pemeriksaan penunjang lainnya juga bisa dilakukan apabila analisis berdasarkan tampilan pembuluh vena kurang akurat atau dicurigai adanya komplikasi yang terjadi. Pemeriksaan lanjutan dengan disarankan dokter adalah USG Duplex Doppler, yaitu metode pemindaian untuk melihat aliran darah di dalam pembuluh vena.

Mampu juga dilakukan tes angiogram, yaitu metode pemeriksaan dengan menyuntikkan maujud khusus ke dalam pembuluh vena agar ikut mengalir bersama pembawaan. Kemudian, dokter akan memperhatikan level kelancaran aliran zat tersebut. Jika tidak lancar, maka ini mampu menjadi pertanda adanya penggumpalan pembawaan dalam pembuluh vena.

Pada masa pandemi seperti saat ini, tidak semua kasus hancur dapat dilakukan tindakan. Dokter & pasien harus cerdas dalam memilah kasus mana yang benar-benar memerlukan penanganan segera demi kesehatan & kebaikan bersama. Bahkan kasus berbahaya darurat sekalipun juga melalui prosedur pencegahan covid-19.

Varises yang belum mengalami komplikasi bukanlah kasus gawat darurat yang kudu segera mendapatkan penanganan khusus secepat mungkin. Namun bukan berarti kejadian varises tidak dapat ditangani di dalam masa pandemi ini.

Pasien dapat melakukan pengobatan sendiri dirumah untuk memperingan gejala dan mencegah gejala bertambah berat secara cara perubahan gaya hidup, mengelola berat badan yang ideal, berolahraga teratur, menghindari kegiatan berdiri periode, elevasi kaki dengan beristirahat sambil duduk atau berbaring dengan meletakkan kaki diatas bantalan sebagai penopang agar posisi kaki terangkat. Penderita juga dapat membeli stoking kompresi varises yang dijual di apotik atau aplikasi belanja online.

Apabila varises mengalami keruwetan, maka penderita disarankan mendatangi poliklinik dokter spesialis Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular (BTKV) untuk memastikan terapi terbaik yang bisa dikerjakan pada kasus tersebut, tentunya secara tetap memperhatikan protokol kesehatan covid-19.

Dokter spesialis hendak mempertimbangkan berbagai macam terapi unggul untuk kasus varises yang memerlukan tindakan Bedah. Tindakan tersebut dapat berupa tindakan bedah konvensional maupun dengan teknik ablasi. Tindakan hancur konvensional dapat berupa teknik stripping, ligasi vena dan phlebectomy. Namun teknik ablasi dapat berupa EVLA (Endovenous Laser Ablation), maupun RFA (Radiofrequency Ablation) yang hanya memerlukan minimal sayatan sehingga hanya membuang sedikit luka bekas operasi.

Jadi, di masa pandemi seperti saat ini, baik sinse maupun pasien harus bisa berfikir secara cerdas dalam melakukan penelitian kasus kesehatan. Bila tidak ada kegawatdaruratan, sebaiknya pasien melakukan hal-hal yang dapat memperingan gejala dirumah secara mandiri.

Di dalam kasus bedah, tidak semua sanggup dilakukan tindakan pembedahan seperti kala sebelum pandemi terjadi. Artinya hanya kasus kegawatdaruratan dan kasus lulus berat yang diutamakan untuk dikerjakan tindakan pembedahan, hal tersebut tentunya juga tetap memperhatikan prosedur pencegahan covid-19.

Pada urusan varises, pasien dapat melakukan kurang hal untuk menangani gejala serta mencegah perburukan, yaitu dengan perubahan gaya hidup sehat, berolahraga tertib, menjaga berat badan ideal, mengabulkan elevasi kaki saat istirahat, menggunakan stoking kompresi untuk varises. Jikalau terdapat komplikasi dari varises oleh sebab itu segera hubungi dokter Spesialis Hancur Toraks Kardiak dan Vaskular (BTKV) terdekat untuk mendiskusikan penanganan terbaik.