Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

JawaPos. com – Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Shabri Lubis dan Pemimpin Laskar Pembela Islam (LPI) Maman Suryadi tiba di Polda Metro Jaya pada Senin (14/12). Itu, telah ditetapkan sebagai tersangka di kasus dugaan pelangggaran protokol kesehatan tubuh di acara pernikahan putri Imam Besar FPI Rizieq Shihab, Syarifah Najwa Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat.

Keduanya sampai ke Polda Metro Jaya didampingi oleh Ketua Bantuan Hukum FPI Sugito Atmo Prawiro. Selanjutnya, keduanya akan menjalani pemeriksaan oleh penyidik Subdit I Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum).

Sugito mengatakan, kehadiran Shabri dan Maman bukan suatu tindakan menyerahkan diri. Melainkan menutup proses hukum untuk diperiksa sebagai tersangka. “Kami datang bukan buat menyerahkan diri, kami datang untuk diperiksa. Karena itu kan perdana panggilan kedua, ” kata Sugito di Polda Metro Jaya, Jakarta.

Lebih lanjut, Sugito menyampaikan jika pihaknya tidak tersedia persiapan khusus untuk pemeriksaan kali ini. “Kami akan lihat perkembangan dalam proses pemeriksaan, ” jelasnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jawa menetapkan 6 orang tersangka terkait kasus kerumunan massa di agenda pernikahan putri Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Syarifah Najwa Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat. Penetapan tersangka itu turut menyerat beberapa nama tumbuh.

Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka yaitu Muhammad Rizieq Shihab (MRS) selaku penyelenggara, Ketua Umum FPI Shabri Lubis (SL) selaku penanggung jawab acara, Haris Ubaidillah (HU) selaku Ketua Panitia, Ali bin Alwi Alatas (A) selaku Sekretaris Panitia, Panglima LPI Maman Suryadi (MS) sebagai penanggung jawab keamanan, dan Habib Idrus (HI) sebagai kepala seksi agenda.

“6 orang kita tingkatkan status hukumnya dari bukti menjadi tersangka, ” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Selasa (10/12)

Yusri mengatakan, penetapan tersangka ini berdasarkan hasil gelar urusan pada 8 Desember 2020. Di kasus ini Rizieq dikenakan urusan 160 KUHP dan Pasal 216 KUHP. Sedangkan 5 tersangka lainnya dijerat Pasal 93 Undang-undang Bagian 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Saksikan video menarik berikut ini:

[embedded content]