JawaPos. com –Gugus Tugas Percepatan Pengerjaan Covid-19 di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Jogjakarta, merekomendasikan penyudahan sementara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil akibat banyak pegawai dengan terpapar Covid-19.

”Mengingat sudah ada kasus yang tentu di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, kami merekomendasikan untuk tengah kantor tersebut ditutup dari Senin (16/11) sampai Rabu (18/11). Buat selanjutnya yang membuat pengumuman formal adalah dari dinas yang terlibat, ” kata Koordinator Gugus Suruhan Covid-19 Bidang Kesehatan Kulon Progo Sri Budi Utami seperti dilansir dari Antara di Kulon Progo, Senin (16/11).

Dia mengutarakan, hal itu ditempuh Gugus Suruhan Covid-19 melalui Dinas Kesehatan hendak melakukan disinfeksi di seluruh ruangan kantor tersebut, serta kesiapan-kesiapan asing yang diperlukan sambil menunggu keluarnya hasil swab para karyawan.

”Kami berharap semoga hasil swab semua negatif, cepat sehat, dan cepat bisa beraktivitas kembali, ” perkataan Sri Budi Utami.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo Sutedjo mengatakan, sudah meminta Rangkai Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 serta Dinas Kesehatan segera bertindak lekas. Hal tersebut untuk mencegah penularan Covid-19 supaya tidak berkembang pada lingkungan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Bupati Sutedjo atas nama Pemkab Kulon Progo juga meminta maaf kepada bangsa yang akan mencari surat-surat dalam dinas tersebut tidak dapat dilayani selama tiga hari. ”Penutupan tengah kantor Disdukcapil ini terpaksa dikerjakan agar seluruh pegawai tidak terpapar Covid-19. Saat ini, pegawai Disdukcapil sudah di- swab , dan semoga hasilnya negatif, ” tutur Sutedjo.

Bupati mengatakan kasus persebaran Covid-19 pada Disdukcapil menjadi bahan pembelajaran. Seluruh orang harus mematuhi protokol kesehatan tubuh secara ketat supaya kasus Covid-19 dapat ditekan. Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi aturan kesehatan dengan menggunakan masker, membentengi jarak, menjauhi kerumunan, dan membersihkan tangan dengan air mengalir.

”Jangan sampai kita tak mematuhi protokol kesehatan selama vaksin Covid-19 belum ditemukan. Kita kudu mematuhi protokol kesehatan. Kasus Disdukcapil ini juga sebagai pembelajaran buat kami untuk lebih meningkatkan teristimewa protokol kesehatan di OPD yang melayani pelayanan umum, ” membentangkan Sutedjo.

Sebelumnya, Ahli Bicara Gugus Tugas Percepatan Pengerjaan Covid-19 Kulon Progo Baning Rahayujati mengatakan, sudah melakukan rapid test kepada 39 pegawai Disdukcapil. Hasilnya, 50 persen reaktif. Selanjutnya, mereka sudah dilakukan swab test . ”Saat ini, kami sedang menunggu hasil swab , semoga hasilnya negatif seluruh, ” ucap Baning Rahayujati.

Saksikan video mengakui berikut ini: