JawaPos. com – Masyarakat harus lebih perdata dengan cepatnya penyebaran Covid-19. Dalam mana hal tersebut dapat dimitigasi melalui penerapan protokol kesehatan 3M, yaitu wajib memakai masker, wajib mencuci tangan dan wajib menggembala jarak.

Terlebih kalau tempat tinggal keluarga kecil, maka bagian keluarga tersebut tentunya harus lebih sadar diri akan perannya masing-masing. Jika tidak, potensi klaster keluarga bisa terjadi.

“Jadi mau tidak mau di di dalam keluarga itu pun diterapkan 3M gitu ya, mau tidak suka misalnya juga kalau apalagi rumahnya itu kecil gitu ya, ” ungkap Kepala Sub Bidang Sosialisasi Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Dwi Listyawardani beberapa waktu lalu.

Kata dia, penyebaran virus di lingkungan rumah ini lah yang potensinya tinggi. Khususnya buat di daerah perkotaan yang padat penduduk.

“Ini yang harus kita waspadai, makanya kenapa mungkin di daerah perkotaan angkanya tinggi, karena memang tempat susunan keluarganya juga kecil, sehingga senggang antara satu orang dengan orang lain sulit untuk dihindari, ” jelas dia.

Tetapi, dia juga mengingatkan kepada masyarakat yang di lingkungannya terdapat orang yang positif Covid-19, mereka tanpa dijauhi, malah seharusnya dibantu secara tetap menyosoliasasikan wajib 3M.

“Ada stigma, dinilai mereka yang positif itu harus dikucilkan, bahkan tidak dibantu. Padahal justru harus sangat dibantu ya di dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari karena saudara-saudara kita yang positif jelas-jelas kudu melakukan isolasi, ” tuturnya.