JawaPos. com – Ketua Komisi Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Ahmad Yani menegaskan, koalisinya bersama sejumlah tokoh-tokoh non-pemerintah tersebut tidak akan menje‎lma menjadi kelompok politik ataupun organiasi kemasyarakatan (ormas).

Yani menegaskan, gerakan itu tidak akan ikut kacau dalam dunia politik. Hal tersebut sudah disepakati dari jauh-jauh keadaan mengenai tidak akan menjadi ormas ataupun partai politik.

“Sudah saya bantah. Kami tidak berpikir ke sana. Itu membangun politik praktis. Kami sudah bermufakat KAMI tidak akan menjelma menjadi ormas maupun parpol, ” ujar Ahmad Yani kepada wartawan, Kamis (20/8).

  • Baca Juga: Karding: KAMI Adalah Barisan Sakit Besar Pilpres 2019

Mantan politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu juga membantah bahwa KAMI bakal menjadi kendaraan politik mantan Pemimpin TNI (Purn) Jenderal Gatot Nurmantyo untuk Pilpres 2024 mendatang.

Menurut Ahmad Yani, Gatot Nurmantyo tidak mungkin maju daripada KAMI. Karena gerakan tersebut bukanlah partai politik yang semata-mata untuk Pilpres 2024 mendatang.

“Bagaimana mau jadi kendaraanya Pak Gatot. Sedangkan KAMI tidak mau mungkin jadi ormas atau parpol, ” katanya.

Bertambah lanjut, Yani menegaskan, dirinya menunjuk enggan berbicara mengenai Pilpres 2024. Terpenting saat ini adalah menyelamatkan masyarakat dari pandemi Covid-19. Karena dia menakutkan nantinya masyarakat mau abai terhadap protokol kesehatan akibat pemerintah tidak hadir.

“Yang kita takutkan kalau klub dalam keadaan frustasi menghadapi Covid-19 ini. Pemerintah tidak hadir cerai-berai mereka mengambil jalannya sendiri-sendiri. Itu bahaya, ” ungkapnya.

Selain itu, Yani juga menegaskan soal KAMI yang tidak sesuai sekali didanai oleh Gatot Nurmantyo. Gerakan KAMI tidak mengeluarkan kekayaan sedikitpun. Karena yang ada merupakan iurang sukarela dari masing-masing orang.

“Saya mau ketawa ini. Tidak ada. Bahkan mulia rupiahpun Pak Gatot tidak melahirkan uang. Uang itu iuran & partisipasi kita masing-masing, ” pungkasnya.