Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

JawaPos. com –Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur merilis patokan salat Idul Fitri dengan diperkirakan jatuh pada 14 Mei. Aturan itu diterbitkan pada Sabtu (1/5). Sebelumnya, MUI Jatim melarang penyelenggaraan salat Idul Fitri di masjid dengan alasan pencegahan penyebaran Covid-19.

Ketua MUI Jatim KH Mutawakkil Alalllah menjelaskan, sistem larangan itu hanya berlaku bagi umat Islam yang tinggal di titik area risiko penularan Covid-19 bagian merah (wilayah dengan tingkat penularan virus korona tinggi). ”Bagi warga yang susunan di zona merah, biar melaksanakan Salat Idul Fitri di rumah bersama tanggungan, ” ujar KH Mutawakkil Alalllah.

Tatkala itu, lanjut dia, bagi umat Islam di Jawa Timur yang tinggal di daerah oranye, kuning, dan zona hijau, dapat melaksanakan doa Idul Fitri di langgar. Zona oranye merupakan provinsi dengan tingkat penularan Covid-19 sedang. Zona kuning secara penyebaran rendah, dan kawasan hijau yang berarti tanpa penyebaran.

Meski demikian, KH Mutawakkil mengirimkan, ada beberapa aturan dengan wajib dilakukan sebelum doa Idul Fitri. Di antaranya, sudah melakukan koordinasi secara Satgas Covid-19 setempat.

”Selain itu, mengabulkan penyemprotan cairan disinfektan terlebih dulu di area yang akan digunakan untuk penyelenggaraan Salat Idul Fitri. Serta memastikan jamaah mematuhi aturan kesehatan, ” terang KH Mutawakkil Alalllah.

Untuk silaturahmi, MUI Jatim meminta warga untuk memanfaatkan sarana virtual. Misalnya, secara fasilitas gadget dan laptop. ”Tradisi silaturahmi yang pokok dilakukan seusai salat Idul Fitri, diselenggarakan melalui sarana virtual untuk kepentingan kewaspadaan terhadap bahaya penularan Covid-19, ” kata KH Mutawakkil Alalllah.

Saksikan video menarik berikut ini:

[embedded content]