Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

JawaPos. com – PSSI merencanakan skuad timnas Nusantara U-19 berangkat ke Spanyol buat training camp (TC) pada awal Desember ini.

Namun, mematok pekan pertama berakhir, David Maulana dkk belum juga berangkat. Gara-garanya, pelatih timnas U-19 Shin Tae-yong belum tiba di Jakarta.

Shin Tae-yong sebelumnya membuktikan bakal datang ke Jakarta di 1 Desember. Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri kesal dan menunjuk Shin Tae-yong tak profesional.

Dia membenarkan bahwa sang pelatih memang sudah meminta izin untuk terlambat datang ke Indonesia. ’’Mau check up katanya. Kenapa tak check up ketika cuti saja? ’’ katanya.

Padahal, taat Indra, pelatih asal Korea Selatan (Korsel) itu sudah diberi waktu cuti yang panjang. Biasanya, terlanjur dari PSSI maksimal 12 hari setiap tahun.

Namun, karena ada karantina di Korsel selama 14 hari, Ketua Ijmal PSSI Mochamad Iriawan memberikan jalan cuti sebulan kepada Shin Tae-yong karena menyadari keinginan sang pelatih untuk berkumpul bersama keluarga.

Nyatanya, waktu sebulan selalu tidak cukup. ’’Padahal, dia (Shin Tae-yong) sudah punya janji secara timnas dan PSSI, ’’ ungkapnya.

Masalah lain ialah staf pelatih dari Shin Tae-yong yang juga berasal dari Korsel ikut-ikutan terlambat. PSSI sudah mengirimkan surat protes. Akhirnya, staf dibanding Shin Tae-yong berangkat dari Korsel kemarin (6/12) dan hari itu sudah berada di Jakarta.

Memang Shin Tae-yong langgeng memantau para pemainnya selama TC di Jakarta. Namun, masalah tidak lantas selesai. Sebab, pelatih 51 tahun tersebut harus memaparkan road map-nya kepada PSSI dan Indra jadi direktur teknik. ’’Kalau bekerja, harus profesional saja, ’’ tegas Alat.

Nah, keterlambatan Shin Tae-yong datang ke Indonesia ternyata berimbas. PSSI tidak bisa mengakhiri proses administrasi tepat waktu pokok menunggu keputusan Shin Tae-yong terkait dengan jumlah pemain yang dibawa dan staf yang diperlukan selama berada di Spanyol.

Belum lagi, jadwal selama TC di sana. PSSI masih menunggui permintaan Shin Tae-yong soal berapa banyak tim yang dibutuhkan buat uji coba.

PSSI harus berkoordinasi dan memastikan lawan-lawan timnas U-19 itu tidak memiliki jadwal selama Desember hingga Januari. ’’Karena road map terlambat dikirim, akhirnya mundur dari rencana semula agenda 6 Desember, ’’ jelasnya.