JawaPos. com –Bupati Bogor Ade Yasin mengaku butuh waktu untuk menyosialisasikan manfaat  vaksin Covid-19. Hal itu lantaran banyak warga yang takut divaksin.

”Masyarakat takut karena belum ada pula contoh penerima vaksin. Masyarakat selalu meragukan vaksin yang akan diujikan. Mungkin perlu ada sosialisasi yang lebih masif karena saat saya tanya untuk vaksin, masyarakat ragu dan tidak semangat untuk divaksin. Padahal ini gratis, ” cakap Ade Yasin seperti dilansir dari Antara di Cibinong, Kabupaten Bogor.

Menurut dia, ada tujuh wilayah di Kabupaten Bogor dengan menjadi prioritas penerima vaksin Covid-19 dengan kuota 1. 112. 189 orang. Tujuh wilayah tersebut ialah kecamatan zona merah penularan Covid-19.

Ade Yasin menyatakan, akan menyiasati dengan gencar menyelenggarakan sosialisasi dan membuka pendaftaran relawan vaksin untuk mengurangi keraguan masyarakat terhadap vaksin Covid-19 yang dijanjikan pemerintah pusat tersedia pada November ini.

”Saya serupa sudah minta kepada Satgas Covid-19 untuk membuka pendaftaran ini secara  online,   sapa yang berminat divaksin, baik sejak segi profesi dan usia berguna, ” kata Ade Yasin dengan juga ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor itu.

Walaupun belum mendapat kabar kelanjutan mas vaksin, Ade Yasin tetap meneruskan pendataan penerima sesuai kuota dengan diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yakni 1, 2 juta vaksin untuk Kabupaten Bogor. Bupati membelah kuota tersebut menjadi 11 kategori penerima vaksin, yaitu tenaga kesehatan  16. 452  orang, Kodim 0621 sebanyak 641 orang, Polres Enau 1. 800 orang, pesantren  14. 070  orang, guru 1. 200 orang, guru diniyah 9. 100 orang, pegawai Pemkab Bogor  20. 046  orang, perangkat desa 4. 160 orang, rukun tetangga  16. 256  orang, rukun warga 4. 086 orang, serta masyarakat leler produktif di tujuh kecamatan kawasan merah  1. 112. 189  orang.

Ade Yasin menyebutkan bahwa Kabupaten Bogor mendapat jatah vaksin Covid-19 terbanyak dari daerah lain di tingkat kabupaten atau kota, yakni sebanyak 1, 2 juta vaksin. ”Kabupaten Bogor memutar banyak dapat vaksin. Kita kan paling banyak jumlah penduduknya, ” ujar Ade Yasin.

Tahun ini, jumlah penduduk Kabupaten Bogor menembus angka 6 juta jiwa. Menurut Ade Yasin, jatah vaksin Covid-19 di masing-masing kawasan, yaitu 20 persen dari total penduduk, sehingga diperkirakan jatah vaksin untuk Kabupaten Bogor sebanyak satu, 2 juta.

Saksikan video menarik berikut itu: