Info seputar SGP Hari Ini 2020 – 2021.

JawaPos. com – Penyidik lantaran Ditreskrimsus Polda Sumut menetapkan lima orang tersangka di kasus penggunaan alat tes cepat atau dikenal rapid test antigen Covid-19 isyarat di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang oleh petugas PT Kimia Farma. Makin, dari tangan pelaku petugas berhasil mengamankan barang informasi uang Rp 149 juta.

Kapolda Sumatera Utara mengatakan penggunaan alat uji cepat Covid-19 bekas di Bandara Internasional Kualanamu oleh petugas PT Kimia Farma Diagnostik sudah dikerjakan sejak Desember 2020. Pihak kepolisian menetapkan lima karakter tersangka, berinisial PM, DP, SP, MR dan RN.

Salah satu tersangka, yakni PM ialah Plt Brance Manager Lab. Kimia Farma Medan dengan berada di Jalan R A Kartini. “Dari buatan pengungkapan Ditreskrimsus Polda Sumut, kegiatan daur ulang stik Covid-19 ini sudah dikerjakan sejak Desember 2020, ” katanya seperti dikutip Antara di Mapolda Sumut, Kawasan, Kamis (29/4).

Ia mengatakan kegiatan masa ulang alat uji lekas Covid-19 oleh kelima karakter tersebut itu dilakukan dalam laboratorium Kantor Kimia Farma di Jalan R A Kartini Medan.

“Oleh para pelaku, stik yang sudah digunakan, dikumpulkan. Kemudian dicuci, dibersihkan & dikemas kembali. Selanjutnya dikirim ke Bandara Kualanamu, ” tuturnya.

Adapun motif para tersangka membiarkan tindak pidana kesehatan itu yakni untuk mendapatkan keuntungan. “Barang bukti kita amankan Rp 149 juta lantaran tangan tersangka, ” ujarnya.

Ditanya mengenai jumlah pengguna layanan ulangan cepat Covid-19 dengan cara bekas tersebut, Ia menyebut masih dalam penyelidikan. Namun, estimasi pengguna layanan tes uji cepat Covid-19 dalam Bandara Kualanamu, mencapai 200 orang per hari.