Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

JawaPos. com – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya masih menyelidiki kasus gambar azan mengajak berjihad. Saat tersebut penyidik masih memburu pembuat gambar tersebut. Termasuk mendalami dugaan kontribusi grup WhatsApp Forum Muslim Cyber One (FMCO News).

“Kami terus profiling siapa pembuat ini, kita terus lakukan analisis, ” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (4/12).

Sejauh ini polisi baru menagkap 1 orang karakter berinisial H yang diduga sebagai penyebar masif. Dia menyebarkan video provokatif itu melalui akun Instagram @hashophasan. Dari hasil penyidikan tengah, diketahui tersangka memperoleh video azan tersebut dari grup WhatsApp FMCO News.

Menyuarakan juga: Viral Video Azan Mengajak Berjihad, Polisi Lakukan Penelusuran

“Pelaku tergabung ke dalam grup Whatsapp FMCO News di mana di dalamnya terdapat unggahan video-video beberapa karakter mengumandangkan azan yang dirubah, ” jelas Yusri.

Sebelumnya, viral sebuah video pendek azan berisikan ajakan berjihad. Dalam video terlihat seorang pria mengenakan jaket hitam lengkap dengan peci suci dan sarung sedang melantunkan bang. Pria tersebut didampingi oleh 4 orang lainnya yang berdiri pada belakangnya.

Menyuarakan juga: Viral Azan Jihad, PBNU: Masyarakat Jangan Terprovokasi

Sang pelantun lalu mengganti 1 kalimat azan dengan hayya a’lal jihad. Seharusnya perkataan yang disebutkan yakni hayya a’lal falah. Sontak video itu pula viral dan menjadi perbincangan warganet.

Video tersebut lalu dinarasikan sebagai respons terhadap pemanggilan Imam Besar Front Pembela Agama islam (FPI) Rizieq Shihab oleh Polda Metro Jaya. Rizieq sejatinya dipanggil menjadi saksi dalam kasus perkiraan pelanggaran Undang-undang Kekarantinaan Kesehatan.

Polda Metro Jaya kemudian menangkap seorang pria berinisial H, 32, yang berprofesi sebagai suruhan dokumen di suatu perusahaan negeri DKI Jakarta. H diduga adalah salah satu orang yang menyebarkan gambar azan dengan lantunan yang diubah menjadi ‘hayya alal jihad’.

“Tersangka pekerjaanya sebagai suruhan keliling dokumen di PT swasta di Jakarta yang kemarin diamankan tanggal 3 Desember di kawasan Cakung, Jakarta Timur, ” kata pendahuluan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus pada Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (3/12).

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 28 ayat 2 junto Pasal 45 A ayat 2 UU nomor 19/2016 tentang ITE, Pasal 156 A KUHP dan 160 KUHP.

Saksikan video menjadikan berikut ini:

[embedded content]