Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

JawaPos. com – Era pandemi memaksa anak-anak untuk tidak ke sekolah guna mencegah penularan virus Korona. Maka anak-anak kini lebih sibuk dengan belajar online. Para guru & orang tua dituntut lebih kreatif agar belajar online tetap asyik, menyenangkan, dan membentuk karakter budak sekalipun mereka terbatas bersosialisasi sebab teman-temannya.

Dalam Kegiatan Generasi Emas Indonesia baru-baru itu yang juga disiarkan secara daring oleh Olimpyakids dan NU Circle, para guru dan orang usang diajak membentuk karakter anak secara konsep pembelajaran dan kegiatan berlaku yang menyenangkan. Caranya dengan program pembelajaran interaktif digital yang dikemas berbeda mulai dari permainan secara interaktif, informasi untuk orang sampai umur dan video kegiatan berbagai agenda menarik lainnya.

Morat-marit juga dengan mengembangkan metode pembelajaran Explore, Discover & Grow. Sehingga belajar tetap menyenangkan, menonton video, aktif menjawab pertanyaan agar tak membosankan. Orang tua juga didorong mengetahui lebih jauh kreativitas, bakat, dan minat seorang anak dari program parenting.

“Prinsipnya orang tua untuk menjadi sahabat anak dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter mereka di kurun new normal dan digital tersebut, ” kata Founder Olimpyakids Douglas Kertapati baru-baru ini.

Menurutnya era di mana belum ada kepastian kapan pandemi tersebut akan berakhir sehingga pembelajaran langkah jauh atau lebih sering kita dengar dengan istilah online atau daring merupakan kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi oleh seluruh asosiasi Indonesia. Douglas menambahkan pendidikan karakter selama masa pandemi ini agaknya sedikit terabaikan. Ketika pendidikan dilakukan di sekolah, pengawasan anak langsung dari guru dan kegiatan-kegiatan dengan mendukung pendidikan karakter juga bisa dilakukan secara intensif dan mampu diukur tingkat keberhasilannya.

“Akan menjadi berbeda ketika kesibukan pendidikan dilakukan secara online atau daring dimana yang lebih penuh hanyalah proses pembelajaran atau memindahkan pengetahuan saja, ” tambahnya.

Sementara itu, pemerhati bani Seto Mulyadi mengatakan jika rencana ini bisa memudahkan belajar bani, karena anak pada dasarnya suka belajar serta cerdas, dan menelaah yang efektif adalah belajar elegan jauh dari kekerasan. Kunci utamanya adalah komunikasi efektif antara bani dan orang tua.

“Posisikan orang tua seperti saudara. Belajar di rumah, dengan bahagia, gurunya adalah ayah dan indung. Ajarkan temtang, etika nasionalisme, dan kesehatan tanpa dipaksa” tutur kak Seto.

Saksikan video menarik berikut:

[embedded content]